FOSS Migrasi Open-Xchange
Pemerintah negara bagian Schleswig-Holstein, Jerman, baru saja membuat langkah besar: mereka resmi beralih dari sistem email Microsoft Exchange dan Outlook ke open source! Mulai sekarang, seluruh komunikasi email di instansi pemerintahan tersebut dijalankan lewat Open-Xchange dan Thunderbird.
Langkah ini bukan hanya soal ganti aplikasi, tetapi merupakan bagian dari misi besar instansi tersebut untuk mencapai kedaulatan digital (digital sovereignty), alias tidak lagi bergantung ke perusahaan teknologi besar seperti Microsoft.
Menurut Dirk Schrödter, Menteri Digital Schleswig-Holstein, tujuan utama migrasi ini adalah mengendalikan teknologi sendiri. Dengan kata lain, pemerintah ingin:
Dalam wawancaranya, Schrödter bilang migrasi ini adalah “langkah penting menuju masa depan digital yang lebih mandiri dan transparan.”
Pindahan ini bukan proyek yang kecil. Selama enam bulan terakhir, tim IT Schleswig-Holstein berhasil:
Tentunya tidak semuanya berjalan mulus. Beberapa pengguna sempat mengeluh soal downtime dan keterlambatan email selama masa transisi. Tapi kini, pemerintah menyatakan bahwa migrasi sukses 100% ✅
Yang keren, sistem email hanyalah permulaan. Schleswig-Holstein sudah menyiapkan langkah-langkah berikut, seperti:
Jadi bukan cuma pindah aplikasi, tapi beralih sepenuhnya ke ekosistem open source. Pemerintah Schleswig-Holstein ingin membuktikan bahwa pemerintahan modern bisa beroperasi secara efisien tanpa tergantung pada software komersial raksasa.
Ternyata, Schleswig-Holstein bukan satu-satunya yang melakukan langkah ini. Baru-baru ini, Angkatan Bersenjata Austria juga mengumumkan hal serupa, beralih dari Microsoft Office ke LibreOffice untuk kebutuhan administrasi. Artinya, tren “open source untuk pemerintahan” semakin menguat di Eropa.
Langkah Schleswig-Holstein ini bisa dibilang pionir dalam skala besar. Schleswig-Holstein membuktikan kalau kemandirian digital bukan sekadar idealisme, tapi sesuatu yang benar-benar bisa diterapkan.
Kalau langkah seperti ini diikuti oleh negara lain, termasuk Indonesia, bukan tidak mungkin kita juga bisa punya sistem pemerintahan digital yang lebih aman, transparan, dan mandiri.
💬 “[terjemahan] Kita ingin kontrol penuh atas data dan teknologi kita sendiri.” — Dirk Schrödter, Menteri Digital Schleswig-Holstein
Referensi
OpenSains adalah platform berbagi informasi iptek berbahasa Indonesia yang mengampanyekan FOSS dan Linux serta keterbukaan sains dan teknologi guna mempercepat inovasi dan adopsi teknologi di Indonesia.