Bahan padat dapat diklasifikasikan berdasarkan keteraturan susunan atom atau ionnya. Bahan kristalin adalah bahan di mana atom-atom tersusun dalam pola berulang atau periodik dalam jarak atom yang besar. Hal ini berarti ada keteraturan jarak jauh (long-range order, LRO), di mana saat proses pemadatan, atom-atom akan menempatkan diri dalam pola tiga dimensi yang berulang, dengan setiap atom terikat pada atom tetangganya. Semua logam, sebagian besar keramik, dan beberapa polimer membentuk struktur kristalin dalam kondisi pemadatan normal. Sebaliknya, materi non-kristalin atau amorf tidak memiliki keteraturan jarak jauh ini.
Beberapa sifat padatan kristalin bergantung pada struktur kristal material, yaitu cara atom, ion, atau molekul tersusun secara spasial. Ada banyak sekali jenis struktur kristal yang semuanya memiliki keteraturan jarak jauh (LRO). Struktur ini bervariasi dari yang relatif sederhana pada logam hingga yang sangat kompleks pada beberapa bahan keramik dan polimer.
Ketika kita menjelaskan struktur kristalin, atom (atau ion) dianggap sebagai bola padat dengan diameter yang tertentu. Pemodelan ini disebut model bola keras atom (atomic hard-sphere model), di mana bola-bola yang mewakili atom tetangga yang saling bersentuhan. Dalam model ini, semua atom identik dinilai identik.
Istilah kisi (lattice) sering digunakan dalam konteks struktur kristal. Dalam pengertian ini, kisi berarti susunan titik tiga dimensi yang bertepatan dengan posisi atom (atau pusat bola). Parameter kisi (lattice parameter) adalah dimensi fisik dan sudut yang menentukan geometri sel satuan (unit cell) dalam sebuah kisi kristal. Parameter ini merupakan karakteristik unik untuk setiap bahan kristalin dan berbanding lurus dengan jarak antar atom di dalam kristal.
Atom-atom dalam padatan kristalin tersusun dalam pola berulang yang kecil. Untuk menggambarkan struktur kristal, kita bisa membaginya menjadi unit-unit terkecil yang berulang, yang disebut sel satuan (unit cell).
Dengan kata lain, sel satuan mendefinisikan seluruh struktur kristal melalui geometri (bentuk dan ukuran) serta posisi atom di dalamnya. Biasanya, sudut-sudut paralelepiped ini bertepatan dengan pusat-pusat atom. Meskipun satu struktur kristal bisa memiliki lebih dari satu pilihan sel satuan, kita biasanya memilih sel satuan yang memiliki tingkat simetri geometris tertinggi.
Ikatan atom dalam kelompok material ini bersifat logam dan tidak memiliki arah (nondirectional). Akibatnya, tidak ada batasan ketat pada jumlah dan posisi atom tetangga (neighbor) terdekat, yang menghasilkan jumlah atom tetangga yang relatif banyak dan susunan atom yang rapat. Ketika menggunakan model bola keras (hard-sphere model), setiap bola mewakili inti atom/ion. Tiga struktur kristal sederhana yang umum ditemukan pada sebagian besar logam adalah: kubik berpusat muka (face-centered cubic - FCC), kubik berpusat badan (body-centered cubic - BCC), dan heksagonal susun padat (hexagonal close-packed - HCP).

\[ a = 2R\sqrt{2}\]
Persamaan ini berasal dari geometri sel satuan FCC, di mana diagonal muka kubus (panjangnya \(a\sqrt{2}\)) sama dengan empat kali jari-jari atom (\(4R\)).
Seringkali kita perlu menghitung jumlah atom dalam satu sel satuan. Perhitungan ini penting karena sebuah atom dapat berbagi dengan sel satuan di sebelahnya. Fraksi atau bagian atom yang dimiliki oleh sel satuan tertentu bergantung pada lokasinya:
Rumus Perhitungan Jumlah Atom
Jumlah atom per sel satuan (\(N\)) dapat dihitung menggunakan rumus berikut:
\[ N = N_i + \frac{N_f}{2} + \frac{N_c}{8}\]
Keterangan:
Rumus ini membantu kita menentukan jumlah total atom yang efektif dalam satu sel satuan, yang sangat penting untuk menghitung kepadatan atau properti material lainnya.
Jumlah Atom dalam Sel Satuan FCC
Dalam sebuah sel satuan FCC, terdapat:
Dengan menggunakan rumus perhitungan atom per sel satuan (\(N = N_i + \frac{N_f}{2} + \frac{N_c}{8}\)), maka total atom untuk struktur FCC adalah:
\[ N = 0 + \frac{6}{2} + \frac{8}{8} = 0 + 3 + 1 = 4\]
Jadi, satu sel satuan FCC secara efektif mengandung empat atom utuh.
Karakteristik Penting Lainnya
Dua karakteristik penting lainnya dari sebuah struktur kristal adalah bilangan koordinasi (coordination number) dan faktor tumpukan atom (atomic packing factor - APF).
1. Bilangan Koordinasi
2. Faktor Tumpukan Atom (Atomic Packing Factor, APF)
\[ APF = \frac{\text{Volume atom di dalam sel satuan}}{\text{Volume total sel satuan}}\]

Struktur kristal logam umum lainnya adalah kubik berpusat badan (BCC). Sel satuan BCC memiliki bentuk kubus dengan atom-atom yang terletak di setiap sudut dan satu atom tunggal di pusat kubus. Contoh logam yang memiliki struktur ini adalah kromium, besi, dan tungsten.
Dalam model bola keras, atom-atom di sudut dan atom di pusat saling bersentuhan di sepanjang diagonal kubus. Hubungan antara panjang sisi kubus (\(a\)) dan jari-jari atom (\(R\)) diberikan oleh persamaan:
\[ a = \frac{4R}{\sqrt{3}}\]
1. Jumlah Atom per Sel Satuan Dengan menggunakan rumus jumlah atom per sel satuan (\(N = N_i + \frac{N_f}{2} + \frac{N_c}{8}\)), kita dapat menghitung total atom dalam sel BCC:
Jadi, jumlah atom per sel satuan BCC adalah: \($N = 1 + \frac{0}{2} + \frac{8}{8} = 1 + 0 + 1 = 2\)$ Sel satuan BCC secara efektif mengandung dua atom utuh.
2. Bilangan Koordinasi Bilangan koordinasi untuk struktur BCC adalah 8. Ini karena setiap atom di pusat dikelilingi dan bersentuhan langsung dengan delapan atom di sudut-sudutnya.
3. Faktor Tumpukan Atom (APF) Karena bilangan koordinasinya lebih kecil daripada FCC, faktor tumpukan atom (APF) untuk BCC juga lebih rendah, yaitu 0,68. Ini lebih rendah dari 0,74 pada FCC, menunjukkan bahwa struktur BCC kurang padat dalam hal susunan atom.

Tidak semua logam memiliki sel satuan dengan simetri kubik. Struktur kristal logam umum lainnya adalah heksagonal susun padat (HCP), yang memiliki sel satuan berbentuk heksagonal.
Susunan Atom: Sel satuan ini terdiri dari tiga lapisan atom:
1. Jumlah Atom per Sel Satuan Untuk menghitung jumlah atom per sel satuan (\(N\)) pada struktur heksagonal, rumus yang digunakan sedikit berbeda dari struktur kubik karena atom di sudut-sudutnya dibagi di antara enam sel yang berdekatan.
\[ N = N_i + \frac{N_f}{2} + \frac{N_c}{6}\]
Dengan memasukkan nilai-nilai ini, jumlah atom per sel satuan HCP adalah:
\[ N = 3 + \frac{2}{2} + \frac{12}{6} = 3 + 1 + 2 = 6\]
Dengan demikian, satu sel satuan HCP secara efektif mengandung enam atom utuh.
2. Bilangan Koordinasi dan APF Meskipun bentuknya berbeda, bilangan koordinasi dan faktor tumpukan atom (APF) untuk struktur HCP sama dengan FCC, yaitu:
Hal ini menunjukkan bahwa susunan atom pada HCP sama padatnya dengan FCC. Contoh logam dengan struktur HCP antara lain kadmium, magnesium, titanium, dan seng.
3. Rasio Sumbu Untuk HCP yang ideal, rasio antara tinggi sel satuan (\(c\)) dan panjang sisi dasar (\(a\)) harus 1,633. Namun, beberapa logam HCP menunjukkan rasio yang menyimpang dari nilai ideal ini.
Sebuah fenomena yang dikenal sebagai polimorfisme memungkinkan beberapa material, baik logam maupun non-logam, untuk memiliki lebih dari satu struktur kristal. Ketika terjadi pada unsur padat, fenomena ini sering disebut alotropi. Struktur kristal yang terbentuk sangat bergantung pada suhu dan tekanan.
Sebagai contoh, karbon memiliki dua alotrop yang paling dikenal: grafit dan berlian. Grafit adalah bentuk yang stabil pada suhu dan tekanan ruangan, sementara berlian terbentuk di bawah tekanan yang sangat tinggi. Contoh lain adalah besi murni, yang pada suhu kamar memiliki struktur kristal BCC (kubik berpusat badan). Namun, ketika dipanaskan hingga 912°C, struktur kristalnya berubah menjadi FCC (kubik berpusat muka).
Perubahan ini tidak hanya mengubah struktur, tetapi juga sering kali memengaruhi kepadatan dan sifat fisik lainnya dari material.
Karena banyaknya variasi struktur kristal, sering kali struktur-struktur tersebut dikelompokkan berdasarkan geometri sel satuannya. Geometri sel satuan ini ditentukan oleh enam parameter kisi: tiga panjang sisi (\(a, b, c\)) dan tiga sudut interaksial (\(\alpha, \beta, \gamma\)). Parameter-parameter ini mendefinisikan bentuk bangun ruang sel satuan, seperti yang ditunjukkan pada ilustrasi berikut.

Berdasarkan parameter-parameter ini, ada tujuh sistem kristal yang berbeda:
