Canonical secara resmi telah meluncurkan Ubuntu 25.10 dengan nama kode "Oracular Oriole" pada tanggal 9 Oktober 2025. Rilis terbaru dari sistem operasi populer ini membawa serangkaian pembaruan signifikan, termasuk lingkungan desktop GNOME 49 yang lebih modern, Kernel Linux 6.11, dan peningkatan besar pada aplikasi inti serta manajemen perangkat lunak.
Salah satu perubahan paling mencolok dalam rilis ini adalah penyertaan GNOME 49. Versi terbaru dari lingkungan desktop ini menawarkan pengalaman pengguna yang lebih halus dengan panel "Quick Settings" yang telah didesain ulang, pembaruan pada aplikasi Files (Nautilus) yang kini mendukung GTK4, serta peningkatan performa secara keseluruhan. Para pengguna akan merasakan antarmuka yang lebih responsif dan modern.
Pembaruan inti pada sistem juga dilakukan, di mana Ubuntu 25.10 didukung oleh Kernel Linux 6.11. Pembaruan kernel ini membawa dukungan perangkat keras yang lebih luas, terutama untuk perangkat-perangkat generasi terbaru, peningkatan efisiensi daya, dan perbaikan keamanan tingkat sistem.
Perubahan penting lainnya adalah transisi Ubuntu Software store ke versi baru yang berbasis Flutter. Toko aplikasi ini sekarang sepenuhnya menggunakan format paket Snap secara default, menggantikan versi lama yang berbasis Snap Store. Canonical menjanjikan pengalaman yang lebih cepat dan andal saat mencari dan mengelola aplikasi.
Pembaruan kunci lainnya dalam Ubuntu 25.10 "Oracular Oriole" meliputi:
Ubuntu 25.10 "Oracular Oriole" akan didukung selama sembilan bulan hingga Juli 2026. Pengguna yang menginginkan dukungan jangka panjang disarankan untuk tetap menggunakan Ubuntu 24.04 LTS. Bagi mereka yang ingin mencoba fitur-fitur terbaru, pembaruan ke versi 25.10 sudah tersedia dan dapat diunduh langsung dari situs resmi Ubuntu.
Ubuntu memiliki skema penomoran versi yang khas, yaitu XX.YY, di mana XX mewakili dua digit terakhir tahun perilisan dan YY adalah bulannya. Sistem operasi ini dirilis secara konsisten dua kali setahun, yakni pada bulan April (.04) dan Oktober (.10).
Sebagai salah satu distro Linux yang dinilai paling berpengaruh, Ubuntu dikenal proaktif dalam menghadirkan fitur-fitur baru di setiap rilisnya. Meskipun demikian, dari perspektif FOSS (Free and Open Source Software), pendekatan Ubuntu sering menjadi bahan diskusi. Hal ini disebabkan oleh dukungannya yang signifikan terhadap perangkat lunak proprietary (sumber tertutup), seperti kemudahan instalasi driver kartu grafis NVIDIA.
Langkah ini oleh sebagian kalangan dianggap tidak selaras dengan filosofi FOSS yang murni. Namun, banyak pengguna lain menilai ini sebagai langkah pragmatis yang wajar. Untuk aplikasi kritis dan gaming yang menuntut performa tinggi, driver proprietary hingga saat ini masih menawarkan kinerja yang belum dapat ditandingi oleh alternatif sumber terbukanya.
Referensi